Saturday, March 10, 2012

Android 6.0 = Key Lime Pie?



Sementara Android 5.0 belum juga resmi diumumkan, kini codename Android 6.0 telah mencuat di alam maya.

Sesuai penamaan versi Android yang menggunakan nama makanan penutup dengan huruf depan sesuai dengan urutan abjad. Jika Android 5.0 disebut-sebut akan datang dengan codename Jelly Bean, Android 6.0 yang menurut abjad akan menggunakan huruf K sebagai huruf depannya.
Nah, berdasarkan informasi yang diklaim The Verge datang dari sumber terpercaya disebutkan bahwa Android 6.0 akan memakai nama ‘Key Lime Pie’ sebagai codename-nya.
Kapan Android 6.0 Key Lime Pie akan datang belum bisa dipastikan, bahkan jadwal rilis Jelly Bean sendiri masih belum diketahui kapan pastinya akan diluncurkan. Alhasil, waktu paling masuk akal untuk rilis Android 6.0 berkemungkinan datang pada tahun 2013. (Ozi)
Dikutip dari http://tabloidpulsa.co.id/

Apple Luncurkan iPad Baru, Resolusi Layar 2048 x 1536 Piksel


Apa yang ditunggu para penggemar tablet besutan Apple akhirnya terjawab sudah. Baru-baru ini, tepatnya 7 Maret 2012 kemarin, pada sebuah acara yang diadakan di San Fransisco, Apple telah mengumumkan beberapa hal penting, yang salah satunya adalah tablet terbaru miliknya.
Tak seperti rumor yang berkembang belakangan yang mensinyalir bahwa tablet baru itu bernama iPad 3 atau iPad HD, Apple justru memberikan nama perangkatnya itu dengan nama yang cukup sederhana, tablet barunya hanya dijuluki sebagai iPad, sebagaimana versi pertamanya.
Meski memiliki nama yang cukup simpel, bukan berarti yang ditawarkan tablet baru vendor berbasis di Cupertino ini tidak wah. iPad generasi ketiga ini dipaket dengan layar Retina Display beresolusi 2048 x 1536 piksel dengan kepadatan 263.92 ppi. Apple mengklaim bahwa iPad terbaru akan memiliki saturasi warna yang lebih baik ketimbang iPad 2.
Untuk prosesornya, tablet baru itu dikabarkan hanya menyuguhkan chip dual-core A5X dengan quad-core graphics, bukan quad-core A6 sebagaimana yang telah dirumorkan selama ini. Fitur kamera yang dijuluki sebagai iSight datang dengan resolusi 5 MP BSI auto-focus dan berkemampuan merekam video HD 1080p.
Fasilitas baru yang ditawarkan di antaranya, 21Mbps HSPA+ dan 42Mbps DC-HSDPA, serta 4G LTE dengan kecepatan hingga 73Mbps. Baterai pada iPad diklaim dapat menyuplai daya hingga 10 jam, sementara untuk mode 4G baterainya dapat menghidupi perangkat hingga 9 jam.
Seperti para pendahulunya, iPad juga hadir dengan beberapa versi sesuai dengan kapasitas memori yang ditawarkannya. Untuk versi 16 GB, iPad baru akan dibanderol sekitar 499 USD, sementara versi 32 GB dan 64 GB, masing-masing dibanderol 599 dan 699 USD. Tablet apik ini akan mulai dipasarkan pada 16 Maret 2012. (Ozi)

Friday, March 2, 2012

9 Film yang membangkitkan Rasa Nasionalisme





1. Trilogi Merdeka

Trilogi Merdeka dapat dikatakan sebagai film yang paling tepat untuk ditonton saat perayaan Hari Kemerdekaan. Mengapa? Karena film ini benar-benar menyuguhkan kisah mengenai perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.


Sutradara: Yadi Sugandi

Pemain: Darius Sinathrya, Lukman Sardi, Donny ALamsyah, Teuku Rifku Wikana, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin

Studio: Media Desa Indonesia dan Margate House

Tahun rilis: 2009, 2010, 2011

2. Nagabonar Jadi 2

Tidak ada yang lebih baik dari menyaksikan film ini saat merayakan detik-detik kemerdekaan Indonesia. Film terlaris tahun 2007 yang merupakan sekuel dari film terdahulunya, Nagabonar (1987) ini masih saja terasa fresh walaupun disaksikan berulang kali. Menyaksikan film ini tidak membutuhkan energi dan konsentrasi penuh karena pada dasarnya film ini dikemas dengan sederhana, dengan plot yang simpel dan segudang joke yang menyegarkan. Sang legenda, Nagabonar, kembali diperankan dengan sangat brilian oleh Deddy Mizwar, didampingi Tora Sudiro yang berperan sebagai Bonaga, anak laki-lakinya yang telah berubah menjadi pengusaha sukses di Jakarta.

Nagabonar tentu saja sudah tidak lagi berkutat dengan perjuangannya melawan tentara Jepang. Kali ini, ia berusaha melawan perubahan dan penyimpangan yang terjadi di tubuh Indonesia, di mana para pahlawan tidak lagi dihormati dan dihargai jasa-jasanya. Generasi muda Indonesia banyak melupakan dasar-dasar nasionalisme yang membuat mereka berhenti memperjuangkan kemerdekaan mereka-di kondisi dan dengan cara mereka sendiri.

Film ini dianggap sebagai film yang berhasil menyentil sisi sentimentil setiap orang yang menyaksikannya-khususnya mengenai nationality matter. Anda akan dibuat tertawa terbahak-bahak, menitikkan air mata, atau menggeram kesal saat mengikuti setiap adegan di film ini.

Sutradara: Deddy Mizwar

Pemain: Deddy Mizwar, Tora Sudiro, Sandra Dewi, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Uli Herdinansyah, Darius Sinathrya, Michael Muliadro

Studio: Demi Gisela Citra Sinema

Tahun rilis: 2007

3. Denias: Senandung di Atas Awan
Film yang satu ini juga sedikit banyak akan mengilik sisi nasionalisme penontonnya. Berkisah mengenai perjuangan seorang anak di pedalaman Papua untuk mengejar pendidikan, film ini menjabarkan begitu banyak fakta mengenai keadaan pendidikan Indonesia di pulau paling timur Indonesia tersebut.

Bukan Alenia Pictures namanya jika tidak memberikan makna mendalam di tiap filmnya. Begitu juga pesan yang terkandung di dalam film ini. Walaupun dikemas untuk dinikmati keluarga, film ini sebenarnya berisi pesan penting yang ingin disampaikan kepada setiap orang yang menyaksikannya: ketidakmerataan pendidikan dan fakta bahwa belum semua anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak.

Film ini berhasil lulus seleksi penjurian untuk kategori Film Asing penghargaan Academy Awards ke-80 tahun 2008 lalu.

Sutradara: John De Rantau

Pemain: Mathias Muchus, Nia Zulkarnaen, Ari Sihasale, Macella Zalianty

Studio: Alenia Pictures

Tahun rilis: 2006

4. Batas

Film yang satu ini digarap tanpa main-main. Lihat saja deretan pemeran dan kru yang turut andil di dalamnya. Disutradarai Rudi Soedjarwo, film ini seakan semakin menunjukkan "taringnya" di bawah tangan dingin Slamet Rahardjo sebagai penulis naskah.

Film ini mengangkat kehidupan TKI Indonesia di perbatasan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Entikong. Di sana, tokoh Jaleswari (Marcella Zalianty), seorang guru yang meninggalkan kehidupannya yang nyaman di Jakarta untuk membereskan permasalahan pendidikan di Entikong, menemukan banyak fakta baru mengenai TKI Indonesia yang ternyata hidup dalam keterbatasan dan kemalangan. Belum lagi, kondisi pendidikan di daerah itu yang sangat memprihatinkan, membuat Jaleswari memutuskan untuk melakukan sesuatu demi (sebagian kecil) sesama saudaranya di negara tercinta Indonesia.

Satu lagi film berbobot yang patut Anda tonton!

Sutradara: Rudi Soedjarwo

Pemain: Marcella Zalianty, Arifin Putra, Ardina Rasti, Jajang C. Noer, Piet Pagau

Studio: Keana Production

Tahun rilis: 2011

5. Gie

Film ini merupakan salah satu film favorit saya. Membaca judulnya, sudah pasti semua orang bisa menebak jika film ini terinspirasi dari kisah hidup aktivis keturunan Tionghoa, Soe Hok Gie. Film ini mengisahkan kehidupan Gie mulai dari masa remaja, duduk di bangku kuliah, hingga perjuangannya melawan pemerintahan Presiden Soekarno yang saat itu berkaitan erat dengan PKI.

Sikap dan pemikiran Gie tertuang di buku hariannya yang kemudian diterbitkan dengan judul "Catatan Seorang Demonstan". Dari buku itulah, Riri Riza dan Mira Lesmana mengolahnya dalam wujud visual. Menyaksikan film ini seakan ikut merasakan perjuangan Gie dalam mengusahakan keadilan dan menyuarakan aspirasi rakyat, khususnya dari kalangan mahasiswa. Tidak ada yang lebih tepat daripada menyaksikan film ini di hari kemerdekaan Indonesia.

Sutradara: Riri Riza

Pemain: Nicholas Saputra, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Sita Nursanti, Jonathan Mulia, Donny Alamsyah, Robby Tumewu

Studio: Mirles Pictures

Tahun rilis: 2005

6. King

Another great movie from Alenia Pictures! Kali ini, berkisah mengenai cita-cita seorang anak untuk dapat menjadi pebulutangkis nasional. Dalam segala keterbatasan dana yang dimiliki keluarganya, Guntur (Rangga Raditya), tidak pernah berhenti bermimpi untuk dapat menjadi atlet profesional yang akan membela negara tercintanya di dunia internasional, seperti pebulutangkis idolanya, Liem Swie King.

Film ini memang dibuat terinspirasi oleh prestasi yang ditorehkan Liem Swie King untuk Indonesia di masa-masa kejayaan buku tangkis Indonesia tahun 1980-an. Tidak hanya mengajak anak-anak Indonesia merajut mimpi, film ini juga menyodorkan pesan mulia mengenai rasa nasionalisme yang muncul di dada seorang anak yang hidup dengan sederhana. Bagaimana dengan Anda?

Sutradara: Ari Sihasale

Pemain: Rangga Raditya, Lucky Martin, Surya Saputra, Ariyo Wahab, Wulan Guritno

Studio: Alenia Pictures

Tahun rilis: 2009

7. Tanah Air Beta

Ingatkah Anda dengan rumah produksi Alenia? Rumah produksi yang didirikan pasangan suami-istri Ari Sihasale dan Nia Zulkanaen ini menjadi angin segar untuk dunia perfilman Indonesia karena selalu menyajikan film-film keluarga yang berkualitas dan sarat amanat. Salah satunya adalah Tanah Air Beta yang mengangkat kehidupan keluarga yang terpisah akibat pelepasan Timor Timur dari Indonesia pada tahun 1998 silam.

Nilai nasionalisme di film ini sangat terasa saat salah satu tokoh utamanya, Tatiana (Alexandra Gottardo), memilih untuk mengungsi ke Kupang, NTT, bersama anak perempuannya, Merry (Griffit Patricia), karena tetap ingin menjadi bagian dari RI. Keputusannya itu harus dibayar cukup mahal karena harus berpisah dari anak laki-lakinya yang masih berada di Timor Timur.

8. Garuda di Dadaku

Film keluarga yang satu ini terasa begitu sarat dengan nilai nasionalisme saat si tokoh utama, Bayu (Emir Mahira), seorang anak yang baru berusia 11 tahun, memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang pemain sepak bola profesional dan bermain untuk membela negaranya di kancah internasional. Konflik di film ini memang tidak begitu kompleks dan plotnya pun sangat sederhana. Namun, itu semua tidak mengurangi makna mendalam yang ingin disampaikan sang sutradara, Ifa Isfansyah, mengenai nilai-nilai nasionalisme.

Jika Anda berpikir ini adalah film yang hanya cocok disaksikan anak-anak-karena pemeran utamanya adalah anak-anak dan plot yang disajikan terlalu sederhana dengan konflik klise yang menguji persahabatan, sebaiknya berpikir ulang. Pada dasarnya, semua film keluarga dapat disaksikan semua kalangan, tanpa terkecuali.

Rencananya, film ini akan dibuat sekuelnya dan produksinya sudah berlangsung sejak Juli lalu.

Sutradara: Ifa Isfansyah

Pemain: Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan, Ikranegara, Ari Sihasale, Maudy Koesnaedi

Studio: Sbo Films Dam Mizan Productions

Tahun rilis: 2009

Film ini terasa sangat spesial karena mengambil latar di Atambua, NTT. Tentunya, tidak banyak atau bahkan belum ada film yang mengangkat kehidupan masyarakat Atambua. Sebuah tayangan yang cukup menghibur dan juga sangat edukatif.

Sutradara: Ari Sihasale

Pemain: Alexandra Gottardo, Griffit Patricia, Lukman Sardi, Ari Sihasale

Studio: Alenia Pictures

Tahun rilis: 2010

9. Minggu Pagi di Victoria Park

Film ini mengangkat kisah mengenai nasib tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong. Judul "Minggu Pagi di Victoria Park" merujuk ke tradisi para TKW Indonesia yang memang sering berkumpul di Victoria Park, sekadar berbagi cerita mengenai kehidupannya masing-masing. Tidak banyak atau bahkan baru kali ini ada film yang mengangkat kehidupan TKW Indonesia, yang pada kenyataannya sering mendapatkan perlakuan diskriminasi dari negaranya sendiri.

Menyaksikan film ini membuat saya merenungkan banyak hal, termasuk fakta bahwa para TKW tersebut berada dalam kondisi yang tidak memiliki pilihan lain kecuali menjalankan hidup mereka di negara orang: suka ataupun tidak suka. Melalui film ini, banyak hal yang bisa kita petik, salah satunya menumbuhkan rasa empati terhadap mereka dan berusaha menghargai perjuangan mereka untuk bertahan hidup. Yes, they belong to our country. Sudah seharusnya mereka dihargai sepatutnya, seperti yang tertulis di pintu kedatangan terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta: Selamat Datang Pahlawan Devisa.

Sutradara: Lola Amaria

Pemain: Lola Amaria, Titi Sjuman, Donny Alamsyah, Donny Damara,

Distributor: Pic[k]lock Production

Tahun rilis: 2010

Friday, February 24, 2012

Android 5.0 a.k.a Jelly Bean


Perkembangan sistem operasi kreasi Google, Android, tercatat cepat. Untuk saat ini saja sudah muncul wacana kehadiran versi 5.0, yang akan dilabel Jelly Bean. Padahal bila kita tengok ke belakang, versi sebelumnya 4.0 Ice Cream Sandwich pun rasa-rasanya baru kemarin muncul ke hadapan publik. Namun tampaknya itulah teknologi, yang berkembang pesat dengan menyuguhkan banyak perbaikan dan pembaharuan.

Sesuai data analisis bahwa pasar Android ICS masih sangat sedikit, yaitu 1%. Hal ini sangat wajar mengingat Android versi tersebut masih sangat baru, dengan kompatibilitas perangkat juga masih sangat terbatas. Tapi Google tampaknya sudah memulai untuk menyiapkan suksesornya, Android 5.0 Jelly Bean, yang digosipkan bakal meluncur pada kuartal ke-2 2012 (Q2).

Menurut laporan DigiTimes, Android 5.0 Jelly Bean akan membawa optimasi lebih jauh untuk perangkat dengan layar lebih lebar seperti tablet, notebook dan komputer.

Salah satu keunggulan utama dari Android 5.0 Jelly Bean yakni kemampuan untuk dual-boot dengan OS Chrome. Ini berarti Jelly Bean nantinya bakal lebih dapat diterima pasar, khususnya oleh para produsen komputer. Dan bila melihat kesuksesan Asus Transformer Prime, tampaknya kedepannya bakal muncul wacana untuk menciptakan komputer portabel dengan performa handal plus daya tahan baterai ekstra lama.

Apapun hasilnya nanti pastilah Android 5.0 Jelly Bean bakal menawarkan banyak kelebihan dan keuntungan. Cuma, seharusnya nanti Google pun memikirkan nasib perangkat-perangkat Android yang masih beroperasi dengan OS versi lama, agar tetap nyaman dan tak merasa dilupakan. (Wr)

Dikutip dari http://tabloidpulsa.co.id/

Saturday, February 4, 2012

Irfan Makki feat. Maher Zain - I Believe




Untuk yang mau download lagunya, klik disini


When you're searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He's always close to you

He's the one who knows you best
He knows what's in your heart
You'll find your peace at last
If you just have faith in Him

You're always in my heart and mind
Your name is mentioned every day
I'll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?

Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings

You're always in my heart and mind
Your name is mentioned every day
I'll follow you no matter what
If God wills we'll meet one day

Chorus

If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through

I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

Chorus

I believe I believe, I believe I believe


Lyrics: Maher Zain, Bara Kherigi & Irfan Makki
Melody: Irfan Makki & Maher Zain
Arrangement: Maher Zain
Video Directed by: Lena Khan
 
Copyright (c) 2010 taufik's page and Powered by Blogger.